Panduan Nutrisi AB Mix: Takaran Tepat agar Tanaman Tidak Kerdil

Pernahkah Anda merasa frustrasi melihat tanaman hidroponik yang tumbuhnya lambat, daunnya menguning, atau batangnya kurus kering? Padahal, bibit yang digunakan sudah unggul dan sinar matahari dirasa sudah cukup. Jika iya, masalah utamanya kemungkinan besar ada pada nutrisi.

Dalam sistem hidroponik, tanah tidak ada. Artinya, tanaman 100% bergantung pada “makanan” yang Anda berikan melalui air. Makanan pokok inilah yang kita kenal dengan sebutan Nutrisi AB Mix. Jika takarannya meleset, tanaman Anda yang akan menjadi korbannya.

Mari kita bedah tuntas cara menakar nutrisi AB Mix yang tepat agar tanaman Anda tumbuh subur, rimbun, dan terhindar dari kerdil!

Mengapa Dinamakan AB Mix dan Kenapa Harus Dipisah?

Sebelum meracik, kita harus paham dulu dasarnya. Nutrisi ini terdiri dari dua botol terpisah: Pekatan A (mengandung Kalsium) dan Pekatan B (mengandung Sulfat dan Fosfat).

Mengapa tidak dicampur dari awal saja? Jika pekatan A dan B dicampur dalam keadaan pekat murni (tanpa dilarutkan air terlebih dahulu), mereka akan bereaksi secara kimia dan menggumpal (mengendap). Endapan ini tidak akan bisa diserap oleh akar, yang berujung pada tanaman kekurangan gizi dan menjadi kerdil.

Bahaya Salah Takaran Nutrisi

Menakar nutrisi tidak bisa menggunakan feeling atau tebak-tebakan.

  • Jika Kurang (Defisiensi): Tanaman akan kekurangan makanan. Daun menjadi pucat atau menguning (klorosis), pertumbuhan melambat, batang kurus, dan akhirnya tanaman menjadi kerdil.
  • Jika Berlebih (Toksisitas): Air nutrisi menjadi terlalu pekat. Alih-alih menyerap air, cairan di dalam akar tanaman justru akan tersedot keluar. Akar bisa gosong, daun mengering di bagian ujung, dan tanaman bisa mati mendadak.
Panduan Takaran Umum (Rumus Emas 5-5-1)

Untuk takaran pemakaian normal, rumus dasar yang paling sering digunakan oleh petani hidroponik adalah Rumus 5-5-1: 5 ml Pekatan A + 5 ml Pekatan B + 1 Liter Air Bersih

Namun, kebutuhan tanaman berubah seiring dengan bertambahnya usia. Berikut adalah panduan takarannya berdasarkan fase pertumbuhan tanaman (misalnya untuk sayuran daun seperti selada, pakcoy, atau bayam):

1. Masa Semai (Umur 1 – 10 Hari Setelah Semai)

Pada masa ini, benih yang baru pecah belum membutuhkan nutrisi pekat. Cukup gunakan takaran yang sangat ringan untuk merangsang pertumbuhan akar awal.

  • Takaran: 3 ml Pekatan A + 3 ml Pekatan B + 1 Liter Air.
  • Target Kepekatan: Sekitar 500 – 600 PPM.
2. Masa Vegetatif (Masa Pertumbuhan Daun & Batang)

Ketika tanaman sudah dipindah tanam ke sistem hidroponik utama (memiliki 3-4 daun sejati), mereka butuh makanan lebih banyak untuk membesarkan daun dan batang.

  • Takaran: 5 ml Pekatan A + 5 ml Pekatan B + 1 Liter Air.
  • Target Kepekatan: Sekitar 800 – 1.000 PPM.
3. Masa Generatif (Masa Menjelang Panen atau Pembuahan)

Pada minggu-minggu terakhir sebelum panen, atau saat tanaman buah mulai berbunga, tingkatkan nutrisinya agar bobot tanaman maksimal.

  • Takaran: 7 ml Pekatan A + 7 ml Pekatan B + 1 Liter Air.
  • Target Kepekatan: 1.200 – 1.400 PPM.
Tips Meracik Nutrisi Anti Gagal

Agar nutrisi racikan Anda bekerja maksimal di dalam tandon air, ikuti langkah-langkah wajib ini:

  1. Gunakan Air Baku yang Baik: Gunakan air sumur, air hujan, atau air PDAM yang sudah diendapkan semalaman. Pastikan air baku tidak memiliki PPM bawaan yang terlalu tinggi (idealnya di bawah 100 PPM).
  2. Jangan Mencampur Pekatan A dan B Secara Langsung: * Siapkan 1 Liter air bersih di dalam wadah.
  • Masukkan pekatan A, lalu aduk hingga rata.
  • Setelah itu, baru masukkan pekatan B, dan aduk kembali.
  1. Wajib Punya Alat Ukur: Investasikan dana untuk membeli TDS/PPM Meter (untuk mengukur kepekatan nutrisi) dan pH Meter (untuk mengukur tingkat keasaman air).
  2. Perhatikan pH Air: Tanaman hidroponik hanya bisa menyerap nutrisi AB Mix dengan sempurna jika pH air berada di kisaran 5.5 hingga 6.5. Jika pH terlalu tinggi atau rendah, nutrisi akan mengendap.

Dengan memahami cara kerja dan takaran AB Mix yang presisi, Anda sudah memegang kunci utama keberhasilan hidroponik. Selamat mencoba, dan rasakan bedanya pada kecepatan tumbuh tanaman Anda!

Kunjungi Artikel Lainnya